Jumat, 17 Maret 2017

Resep Anak Arem-arem Mie

Resep Anak Arem-arem Mie
Resep Anak Arem-arem Mie
Bahan :
  • 5 bungkus indomie
  • 5 bungkus bumbu indomie
  • 350 gr daging cincang
  • 1 buah bawang bombay
  • 10 butir bawang merah
  • 1 gelas susu encer
  • 1/4 kg wortel,dipotong kecil lalu direbus sebentar
  • 5 sendok minyak goreng untuk menumis
  • 3 butir telur ayam
  • daun pisang untuk membungkus
  • garam,merica,gula pasir secukupnya
  • 5 sendok makan kecap manis
Cara Membuat:
  1. Bawang dipotong halus,lalu ditumis harum.masukkan daging,wortel dan semua bumbu,masak sampai matang.
  2. Rebus indomie dengan 4 gelas air sampai matang.tiriskan lalu masukkan susu dan bumbu indomie,masak kembali.kalau airnya sudah mengering, angkat dari api dan dinginkan sebentar,lalu     masukkan telur dan aduk.
  3. Kemudian adonan 2 diisi dengan adonan 1 dan dibungkus dengan daun pisang lalu kukus sampai matang. 
Perlu Anda Ingat !
  1. Jangan menyimpan makanan dalam keadaan panas ke dalam wadah makanan terutama yang terbuat dari plastik. Selain tidak menyehatkan, makanan tersebut juga akan beraroma kurang sedap. Sebaiknya menutup wadah saat uap panas sudah terbuang semuanya.
  2. Jangan mencampur makanan kering dengan makanan yang mengandung cairan. Sebaiknya pisahkan nasi dengan sayuran/tumisan di tempat yang berbeda. Begitu juga bila mengemas mie dengan kuahnya.
  3. Jangan mengisi wadah makanan dengan penuh, sehingga anak enggan dan kehilangan selera untuk menyantapnya.
  4. Jangan lupa untuk menyiapkan sendok, garpu, atau tidak menyertakan serbet dan tissue makan. 
Continue reading

Menu Sehat Untuk Anak-anak

Menu Sehat Untuk Anak-anak
Menu Sehat Untuk Anak-anak
Menu sehat yang diberikan kepada anak balita akan terus diingatnya sampai dewasa. Karenanya ajarkan bagaimana sebenarnya menu sehat untuk anak-anak sedini mungkin.

Pola hidup anak, ketika tumbuh dewasa adalah rekaman dari “data” yang masuk ke pikiran melalui panca indera, dan serangkaian pelajaran yang dipelajari melalui pengalaman hidup. Termasuk dalam cara pandang “melihat” makanan. Ketika anak-anak mendapatkan contoh yang baik bagaimana cara menghargai makanan dengan positif, akan membentuk citra dan persepsi yang baik pula terhadapi makanan. Inilah pembentukan awal menu sehat untuk anak-anak.

Terlibat dalam proses
 
Metode ini banyak digunakan ahli nutrisi di dunia dan dianggap sebagai cara yang paling efektif adalah dengan melibatkan anak-anak dalam serangkaian proses karena dalam konsumsi menu sehat. Ajak anak-anak untuk membantu mengisi kulkas dengan bahan makanan sehat, membantu membuat kue, atau memotong sayuran dengan tangan.

Makanan kelompok
 
“Go Foods” adalah makanan yang kaya nutrisi, rendah lemak jenuh dan kolesterol. Menu sehat untuk anak-anak ini dapat dimakan setiap saat, misalnya: buah-buahan, sayuran, biji-bijian, sereal, daging tanpa lemak, unggas tanpa ulit, kacang-kacangan, susu skim, putih telur dan air. “Slow foods”  atau “Sometimes foods” adalah makanan yang tinggi lemak, kolesterol dan kalori. Ini tidak boleh terlalu sering dikonsumsi, seperti daging asap, daging berlemak, salad dressing, mayonnaise, susu, jus buah dan buah kering. “Whoa foods” adalah makanan yang tinggi kadar lemak dan kalori. Contoh: kentang goreng, buah kalengan, daging berlemak, ayam goreng dengan kulit, telur (kuning termasuk), kue atau biskuit, makanan penutup (termasuk kue dan tart), popcorn dituangkan mentegaleleh,  susu dan soda.

Ajarkan anak-anak untuk makan buah setelah makanan utamanya. Berikan pada anak makanan saat lapar. Karena anak-anak yang lapar akan makan apa yang tersedia, termasuk berbagai makanan yang termasuk dalam menu sehat.
Continue reading

Tanda-Tanda Si Kecil Butuh Tidur Siang

Tanda-Tanda Si Kecil Butuh Tidur Siang
Tanda-Tanda Si Kecil Butuh Tidur Siang
Pernahkah ibu mendapati anak ibu rewel dan uring-uringan sepanjang hari? Jangan dulu dimarahi, bisa jadi rewel dan uring-uringannnya si kecil -merupakan pertanda mereka butuh tidur siang. Berikut beberapa tanda-tanda mengantuk yang ditujukan sikecil saat ia butuh tidur siang.
  • Si kecil menunjukan gelagat mengantuk atau bahkan tertidur saat menjalankan aktifitas di siang hari.
  • Si kecil menolak diajak tidur siang, namun saat dibawa ke ranjangnya langsung tertidur pulas. Biasanya gelagat ini di sertai sikap si kecil yang uring-uringan sepanjang hari.
  • Sebelumnya si kecil lebih sabar, namun menjelang siang, tiba-tiba ia jadi mudah emosi terhadap apapun.
  • Si kecil lebih cengeng saat siang hari hingga menjelang sore, dibandingkan pada pagi hari.
  • Keseimbangan tubuhnya jadi lebih labil dan kemampuan koordinasinya berkurang, misalnya ia jadi lebih mudah terjatuh, sulit memakai celananya sendiri, atau bahkan jadi tidak bisa menyelesaikan puzzle yang biasa diselesaikan dengan mudah.
  • Si kecil menunjukan tanda-tanda mengantuk karena kelelahan seperti menguap, mengucek mata, lemas, dan matanya terlihat berair.
  • Si kecil menjadi lebih hiperaktif disiang hari, dan tidak bisa duduk dengan tenang.
  • Saat tidur malam sikecil jadi sering terbangun dengan marah-marah atau uring-uringan, jika siangnya tidak diajak tidur siang.

Continue reading

Ketika Sikecil Tumbuh Gigi Pertama

Ketika Sikecil Tumbuh Gigi Pertama
Ketika Sikecil Tumbuh Gigi Pertama
Ayah bunda jangan terburu emosi jika bayi anda tiba-tiba rewel dan banyak mengeluh. Ditambah lagi produksi air liurnya menjadi lebih banyak. Jika hal tersebut terjadi pada bayi anda, cobalah ayah bunda periksa giginya, besar kemungkinan bayi anda sedang mengalami tumbuh gigi untuk pertama kalinya.

Gigi Pertama
 
Dimulai diusia empat hingga enam bulan, bayi anda akan mengalami saat tumbuh gigi untuk pertama kalinya. Gigi pertama yang tumbuh biasanya adalah dua gigi depan bagian bawah. Selanjutnya baru empat gigi depan bagian atas. sementara sisa gigi lainnya termasuk gigi taring dan gigi geraham akan menyusul tumbuh hingga usia mereka dua atau satu setengah tahun sampai kumplit 20 gigi.

Tanda-tanda Tumbuh Gigi Pertama
 
Saat gigi pertama tumbuh, bayi anda akan mengalami berbagai efek dan perasaan tidak nyaman, seperti:
  • Lebih sensitif dan rewel.
  • Sulit tidur.
  • Produksi air liur berlebih, suka ngiler.
  • Suka menggigit dan mengunyah apapun.
Tanda-tanda bayi anda sedang tumbuh gigi juga ditandai dengan membengkaknya gusi dimana gigi mereka akan tumbuh. Gejala ini biasanya mulai terjadi sejak tiga hingga empat hari sebelum gigi tumbuh sampai dua hingga tiga hari setelah gigi tumbuh.

Penanganan
 
Jika bayi anda terlihat tidak nyaman saat mengalami tumbuh gigi pertama, berikut beberapa tips yang bisa ayah bunda lakukan guna membantu mereka merasa lebih baik:
  1. Cobalah ayah bunda melakukan beberapa pengalihan sederhana seperti mengendong dan memeluk mereka, mengindung-indung mereka dalam gendongan, atau sekedar mengajak mereka berjalan-jalan disekitar rumah.
  2. Pijatlah gusi mereka dengan menggunakan jari yang bersih dengan interval setiap dua menit atau sesering yang dibutuhkan.
  3. Bungkuslah es batu dengan selembar kain  bersih, lalu gosoklah perlahan di daerah gusi dimana gigi pertama akan tumbuh. Hati-hati, jangan sampai es batu keluar dari bungkusan, karena bisa menyebabkan bayi anda tersedak.
  4. Ijinkan bayi anda memijat gusinya dengan teething ring, teething ring yang dalam keadaan dingin(bukan beku) sangat membantu membuatnya nyaman. Namun, hindari penggunaan teether saat gigi pertama mereka sudah tumbuh, karena bisa menyebabkan gigi barunya menancap di teether.
  5. Beri bayi anda makanan dingin seperti Applesauce atau puree buah dengan catatan sikecil memang sudah siap memakan makanan solid. Jangan beri mereka makanan keras selain bubur atau puree karena dapat menyebakan mereka tersedak.
  6. Jika bayi anda mengeluarkan air liur berlebih, hindari mereka mengalami dehidrasi dengan mengganti cairan yang hilang dengan jus atau air. Jika anda ingin tetap menjaga wajah dan pakaiannya dari iritasi akibat air liur, gunakan slobber untuk melindungi pakaiannya dari kebasahan air liur.
  7. Jika metode-metode diatas tidak berhasil, konsultasilah dengan dokter anak anda untuk memakai alternatif penggunaan obat seperti Zilactin Baby medicated gel, Hyland’s Teething Gel atau Tablets, Baby Orajel Teething Pain Medicine, atau Baby Anbesol.
  8. Jika cara sebut masih belum juga berhasil, ayah bunda bisa berkonsultasi kembali dengan dokter anak, untuk menggunaan sistem analgesic, seperti penggunaan acetaminofen atau ibuprofen anak. Jangan menggunakan aspirin, karena bisa menyebabkan ternyadinya sindrom Reye, penyakit yang berpotensial mengancam hidup bayi anda.
Fase tumbuh gigi nampaknya marupakan salah satu fase sulit yang harus dialami ayah bunda dan bayi. Namun jika ayah bunda menghadapinya dengan positif, tidak terasa fase ini akan anda lewati dengan ringan sebelum anda menyadarinya. Dan kini tinggal ayah bunda yang akan puas memandangi keindahan senyum manis gigi pertama si Kecil.
Continue reading

Fakta Dan Mitos Seputar Anak Tunggal

Fakta Dan Mitos Seputar Anak Tunggal
Fakta Dan Mitos Seputar Anak Tunggal
Anak tunggal dari kepribadiannya adalah manja, egois, dan cenderung otoriter. Apa benar pendapat ini?. Berikut adalah hasil penelitian tentang mitos seputar anak tunggal.

Mitos: Anak tunggal agresif dan otoriter?

Fakta: Meskipun anak awalnya hanya menggunakan taktik “maunya saya” seperti yang dilakukan di rumah, tetapi mereka dengan cepat belajar bahwa sikap “maunya saya” tersebut, tidak akan berlaku dalam hubungan dengan teman-temannya. Sebaliknya sikap agresif dan otoriter akan mereka hindari. Kecenderungan anak tunggal yang ingin terlibat dan diterima lingkungannya, mendorong mereka untuk mengubah sikap tersebut.

Mitos: Anak tunggal cenderung untuk lebih tenang, tidak terlalu ceria.

Fakta: Sikap tenang anak tidak berdasarkan jumlah saudara kandung mereka, melainkan sosial-ekonomi kelas dan bagaimana cara asuh orang tua dan tempat tinggal di lingkungannya.

Mitos: Semua anak tunggal memiliki teman khayalan hanya untuk menemani kesendiriannya.

Fakta: Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung mitos seputar anak tunggal ini. Satu studi menunjukkan bahwa kecenderungan untuk memiliki teman khayalan tidak hanya berlaku untuk anak saja. Orang sakit, cacat, atau mereka yang terisolasi juga cenderung memiliki teman khayalan untuk mengatasi kesepian, melawan rasa takut, dan mengatasi perasaan lemah dalam berurusan dengan orang dewasa atau anak-anak yang lebih tua.

Mitos: Anak tunggal yang manja

Fakta: Menjadi anak tunggal itu tidak selalu buruk, bahkan dalam hubungan dengan teman, tidak ada perbedaan sikap antara anak dan saudara mereka.

Mitos: Anak tunggal egois

Fakta: Setiap anak memiliki satu atau beberapa kali perasaan bahwa dunia ini difokuskan pada dirinya, sehingga mereka hanya melihat satu sisi. Namun, dengan usia dan kematangan mereka akan mulai melihat sisi lain. Dengan tidak adanya saudara kandung, berbagi sikap dari awal adalah tugas orangtua.

Mitos: Anak tunggal selalu mau menang sendiri

Fakta: Anak yang memiliki saudara ingin menunjukkan sikap cenderung lebih kuat dari satu anak lainnya. Ini karena, sejak kecil, mereka dipaksa untuk berbagi dengan saudaranya baik berbagi mainan, televisi, perhatian orang tua. Untuk ini, mereka harus bersaing untuk memenangkan persaingan. salah satu cara adalah berteriak agar didengar orang tuanya lebih dari saudaranya. Sementara anak tunggal akan selalu didengar oleh orang tua, sehingga mereka akan cenderung lebih tenang dibanding mereka yang punya saudara.

Mitos: Anak tunggal tidak mandiri

Fakta: Tidak adanya saudara kandung akan membuat tidak punya tempat untuk berpegang, selain referensi dari orang tua sehingga akan membuat seorang anak tunggal lebih independen daripada mereka yang memiliki saudara.

Mitos: Anak tunggal cepat dewasa

Fakta: Anak-anak yang bersaudara sering berinteraksi dengan kakaknya sebagai orang tua mereka. Sementara itu, anak tunggal akan lebih sering interaksi dengan orang tua, membuat orang tua model peran utama. Dengan demikian, akan meniru perilaku orang tua gaya berbicara dan kemampuan untuk beralasan seperti orang dewasa. Hal ini diperlukan bahwa semua dinamika pertumbuhan dan menjadi hal yang besar, tentu saja.

Meskipun mitos seputar anak tunggal di atas banyak berkembang di masyarakat, tapi itu tidak berarti bahwa orang tua menelan mentah-mentah. Kenalilah anak tersebut, sehingga orang tua tidak terjebak dalam mitos tersebut.
Continue reading

Ciri-ciri Dan Penanganan Diabetes Dalam Tubuh Anak

Ciri-ciri Dan Penanganan Diabetes Dalam Tubuh Anak
Ciri-ciri Dan Penanganan Diabetes Dalam Tubuh Anak
Saat ini penyakit diabetes tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tapi juga telah ditemukan penderita diabetes anak-anak. Dan karenanya dibutuhkan hal-hal penting untuk mengetahui ciri-ciri diabetes dan cara penanganan diabetes yang baik guna menghindarkan bertambahnya penderita penyakit tersebut.

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam melihat ciri-ciri diabetes:
  • Berat Badan Tidak Naik
Apabila berat badan anak tidak mengalami kenaikan tetapi malah terjadi penurunan, padahal pola makan dan minumnya cukup sering dan dibarengi dengan buang air yang lebih sering dari biasanya. Maka hal ini merupakan ciri-ciri diabetes yang patut untuk dicermati, karenanya segera konsultasi ke ahlinya untuk memeriksakan kadar gula darah darahnya.
  • Ngompol
Anak yang sejak usia 3 tahun sudah bisa mengontrol buang airnya, dan tiba-tiba mengompol kembali maka ini uga termasuk ciri-ciri diabetes, untuk itu patut diperhatikan lagi dengan lebih seksama.
  • Tampak lesu dan lelah
Pankreas bertugas menghasilkan insulin dalam tubuh untuk mengantarkan glukosa darah ke dalam sel sehingga berguna sebagai sumber energy. Tetapi pada penderita diabetes, hal ini tidak berlangsung dengan normal sehingga ciri-ciri diabetes ini mengakibatkan anak engalami kelesuan sehingga tampak  lemah dan lelah.

Penyebab diabetes pada anak

Diabetes pada anak-anak bukanlah penyakit umum. Karena hampir sekitar tiga puluh tahun yang lalu, kasus diabetes pada anak-anak hampir tidak pernah ditemukan. Salah satu alasannya adalah bahwa penyakit autoimun, dan keturunan gen diaktifkan ditempatkan, misalnya, oleh infeksi virus. Tapi, spesialis anak endokrinologi dari Universitas Indonesia Fakultas Kedokteran, kata Aman Pulungan 70% -80% kasus penderita diabetes anak-anak yang ditanganinya tidak memiliki riwayat keluarga diabetes. Dengan demikian, penyakit pada anak-anak juga merupakan kondisi idiopatik, tidak dapat diakui.

Secara umum, diabetes akan terjadi pada anak diabetes tipe 1 bergantung pada insulin. Penderita diabetes tipe ini karena pankreas tidak dapat memproduksi insulin atau memproduksi jumlah yang sangat kecil. Bila insulin tidak ada atau sangat sedikit, tidak dapat terjadi, proses metabolisme tubuh. Sebagai hasil dari peningkatan gula darah terbentuk dan energi. Anak merasa lebih cepat lelah, lapar, dan haus.

Meskipun tidak banyak, ada anak-anak yang mengalami diabetes tipe 2 yang tidak tergantung pada insulin.  Penderita diabetes tipe ini disebabkan oleh resistensi insulin. Normal insulin, tetapi tidak optimal berfungsi dalam tubuh. Dengan diet yang berlebihan tanpa olahraga, insulin dengan asupan proses gula secara perlahan dalam posisi untuk proses asupan yang masuk untuk bekerja. Akibatnya, tidak ada metabolisme yang sempurna. Sehingga anak dengan berat badan berlebih lebih beresiko terkena diabetes.

Cara Yang Tepat Dalam Penanganan Diabetes adalah :
  • Berikan insulin reguler dari luar
Pengobatan dari luar yang tepat adalah dengan memberikan insulin secara teratur. Dengan cara ini metabolisme dapat ditingkatkan. Bentuknya penyajian insulin bisa dengan jarum suntik, pena, pompa, atau semprotan. Proses  penanganan diabetes dengan pemberian insulin ini harus dilakukan seumur hidup. Anak harus diberikan pemahaman bahwa mereka harus bisa memasukkan dalam insulin tubuh sendiri. Sejak saat itu, ia harus memantau pola makannya. Biasanya, pada penderita diabetes anak-anak yang diajarkan pada usia 7-8 tahun akhirnya mereka sudah bisa menggunakan alat untuk insulin .
  • Membentuk tim perawat
Perawatan untuk penderita diabetes anak memerlukan dukungan dari keluarga dan tim ahli tentunya, baik itu dokter spesialis endoktrin anak, dietician, pembimbing, perawat serta psikolog. Dan keahilan mereka sangat dibutuhkan dalam penanganan diabetes ini, karena belum tentu penderita beresiko berumur pendek apabila mendapatkan penanganan yang tepat.
  • Pankreas transplantasi
Empat perhatian utama dalam penanganan diabetes anak-anak penderita diabetes adalah pemberian insulin, perubahan pola makan, olahraga dan pendidikan. Tapi sekarang ada cara baru berhubungan dengan dunia kedokteran untuk pengobatan diabetes masih dalam tahap penyempurnaan. Yaitu dengan transplantasi pankreas.
  • Batasi makanan ringan bergula
Orang dengan diabetes identik dengan pembatasan makanan. Tapi tidak untuk disamakan pembatasannya antara penderita anak-anak dengan orang dewasa  karena usia mereka masih tumbuh. Pada penderita diabetes dewasa, konsumsi gula dapat diganti dengan pemanis buatan. Tapi untuk anak-anak dalam penanganan diabetes lebih baik gunakan buah manis karena fruktosa atau gula buah tidak cepat diserap sebagai gula.

Pendidikan tentang diabetes ini juga sangat baik bila digalakkan di sekolah untuk melindungi anak didik terhindar dari jajanan pasar yang bisa memicu munculnya penderita baru. Seperti gerakan serta pendidikan yang memadai tentang gizi dari sekolah. Tapi, sekali seminggu selama liburan, anak boleh diberi “hadiah” mengkonsumsi makan atau minum minuman ringan, seperti donat. Namun, harus tetap dalam porsi yang ditentukan dan tidak berlebihan.
Continue reading

Popok, Perlengkapan Bayi Paling Fatal

Popok, Perlengkapan Bayi Paling Fatal
Popok, Perlengkapan Bayi Paling Fatal
Fase kehamilan - Para wanita pastinya pernah melewati fase kehamilan yang cukup memberatkan. Fase ini bisa dianggap sebagai perubahan diri dari status seorang wanita muda menjadi calon ibu. Tak banyak wanita yang berpengalaman memang untuk mempersiapkan kehadiran para buah hati. Apalagi mereka tidak mengerti apa saja perlengkapan bayi yang dibutuhkan secara mendesak. Terkadang beberapa hal penting terlewat hanya karena keinginan mereka membeli perlengkapan lucu.

Bisa dimaklumi memang kegugupan menjadi calon ibu saat pertama kali. Anda pastinya harus banyak belajar dari ibu ataupun ibu mertua untuk hal tersebut. Satu hal yang perlu diingat, persiapkanlah segala perlengkapan tersebut hingga ke hal-hal terkecil sekalipun. Ada baiknya pula mempersiapkan pernak-pernik tersebut beberapa bulan sebelumnya, 2 atau 3 bulan. Jika Anda memiliki waktu yang cukup luang, persiapkanlah sejak kehamilan memasuki usia 5 bulan.

Mengatasi ruam popok
Dengan begini, Anda biasanya telah melakukan USG dan mengetahui jenis kelamin calon buah hati. Sehingga Anda bisa memilih warna yang tepat untuk segala perlengkapan bayi tersayang. Salah-salah memang warna seperti ini membuat Anda kebingungan sendiri. Biasanya ada beberapa bayi yang sering menderita ruam popok karena kondisi tertentu. Untuk para calon ibu yang kebingungan, berikut beberapa cara untuk mencegah terjadi ruam popok pada bayi.
  • Rajin-rajinlah mengganti popok kain ataupun diapers yang dikenakan oleh bayi Anda. Jangan menunggu diapers hingga penuh, jika Anda bisa menggantinya ketika telah basah. Ini tentunya mengurangi terjadinya infeksi ataupun bercak merah di kulit mereka.
  • Bila Anda tidak ingin buah hati menderita ruam popok berlarut-larut, ada baiknya memilih bahan popok yang nyaman serta mudah menyerap. Sehingga tidak membuat iritasi tersendiri pada kulit bayi Anda yang terlalu sensitif.
  • Untuk mengurangi resiko terkena ruam popok, sudah seharusnya Anda membersihkan secara benar daerah di sekitar ruam popok. Bersihkan dengan menggunakan air hangat, lalu lap secara lembut dengan handuk. Setelah itu Anda bisa sedikit mengangin-anginkan kulit bayi sebelum ditaburkan bedak khusus bayi. Barulah Anda memasangkan popok bayi yang telah disediakan sebagai penggantinya.
  • Jika ruam popok telah terjadi, oleskan salep atau krim khusus bagi ruam popok. Oleskan secara merata di daerah sekitar terjadinya ruam popok tersebut sebelum mengganti popok.
  • Ada kalanya bayi mengalami alergi pada popok atau diapers merk tertentu. Untuk mengatasinya, Anda tentu harus mengganti merk popok tersebut dengan merk yang lain. Perlengkapan bayi yang satu ini tentunya telah banyak pilihannya, seperti popok kain yang bisa dicuci ataupun sekali pakai.
  • Biarkan sekali-kali bayi tidak menggunakan popok. Kondisi ini untuk memberi napas bagi kulit di sekitar daerah yang sering terjadi ruam popok.
Continue reading