Jumat, 17 Maret 2017

Menu Sehat Untuk Anak-anak

Menu Sehat Untuk Anak-anak
Menu Sehat Untuk Anak-anak
Menu sehat yang diberikan kepada anak balita akan terus diingatnya sampai dewasa. Karenanya ajarkan bagaimana sebenarnya menu sehat untuk anak-anak sedini mungkin.

Pola hidup anak, ketika tumbuh dewasa adalah rekaman dari “data” yang masuk ke pikiran melalui panca indera, dan serangkaian pelajaran yang dipelajari melalui pengalaman hidup. Termasuk dalam cara pandang “melihat” makanan. Ketika anak-anak mendapatkan contoh yang baik bagaimana cara menghargai makanan dengan positif, akan membentuk citra dan persepsi yang baik pula terhadapi makanan. Inilah pembentukan awal menu sehat untuk anak-anak.

Terlibat dalam proses
 
Metode ini banyak digunakan ahli nutrisi di dunia dan dianggap sebagai cara yang paling efektif adalah dengan melibatkan anak-anak dalam serangkaian proses karena dalam konsumsi menu sehat. Ajak anak-anak untuk membantu mengisi kulkas dengan bahan makanan sehat, membantu membuat kue, atau memotong sayuran dengan tangan.

Makanan kelompok
 
“Go Foods” adalah makanan yang kaya nutrisi, rendah lemak jenuh dan kolesterol. Menu sehat untuk anak-anak ini dapat dimakan setiap saat, misalnya: buah-buahan, sayuran, biji-bijian, sereal, daging tanpa lemak, unggas tanpa ulit, kacang-kacangan, susu skim, putih telur dan air. “Slow foods”  atau “Sometimes foods” adalah makanan yang tinggi lemak, kolesterol dan kalori. Ini tidak boleh terlalu sering dikonsumsi, seperti daging asap, daging berlemak, salad dressing, mayonnaise, susu, jus buah dan buah kering. “Whoa foods” adalah makanan yang tinggi kadar lemak dan kalori. Contoh: kentang goreng, buah kalengan, daging berlemak, ayam goreng dengan kulit, telur (kuning termasuk), kue atau biskuit, makanan penutup (termasuk kue dan tart), popcorn dituangkan mentegaleleh,  susu dan soda.

Ajarkan anak-anak untuk makan buah setelah makanan utamanya. Berikan pada anak makanan saat lapar. Karena anak-anak yang lapar akan makan apa yang tersedia, termasuk berbagai makanan yang termasuk dalam menu sehat.
Continue reading

Tanda-Tanda Si Kecil Butuh Tidur Siang

Tanda-Tanda Si Kecil Butuh Tidur Siang
Tanda-Tanda Si Kecil Butuh Tidur Siang
Pernahkah ibu mendapati anak ibu rewel dan uring-uringan sepanjang hari? Jangan dulu dimarahi, bisa jadi rewel dan uring-uringannnya si kecil -merupakan pertanda mereka butuh tidur siang. Berikut beberapa tanda-tanda mengantuk yang ditujukan sikecil saat ia butuh tidur siang.
  • Si kecil menunjukan gelagat mengantuk atau bahkan tertidur saat menjalankan aktifitas di siang hari.
  • Si kecil menolak diajak tidur siang, namun saat dibawa ke ranjangnya langsung tertidur pulas. Biasanya gelagat ini di sertai sikap si kecil yang uring-uringan sepanjang hari.
  • Sebelumnya si kecil lebih sabar, namun menjelang siang, tiba-tiba ia jadi mudah emosi terhadap apapun.
  • Si kecil lebih cengeng saat siang hari hingga menjelang sore, dibandingkan pada pagi hari.
  • Keseimbangan tubuhnya jadi lebih labil dan kemampuan koordinasinya berkurang, misalnya ia jadi lebih mudah terjatuh, sulit memakai celananya sendiri, atau bahkan jadi tidak bisa menyelesaikan puzzle yang biasa diselesaikan dengan mudah.
  • Si kecil menunjukan tanda-tanda mengantuk karena kelelahan seperti menguap, mengucek mata, lemas, dan matanya terlihat berair.
  • Si kecil menjadi lebih hiperaktif disiang hari, dan tidak bisa duduk dengan tenang.
  • Saat tidur malam sikecil jadi sering terbangun dengan marah-marah atau uring-uringan, jika siangnya tidak diajak tidur siang.

Continue reading

Ketika Sikecil Tumbuh Gigi Pertama

Ketika Sikecil Tumbuh Gigi Pertama
Ketika Sikecil Tumbuh Gigi Pertama
Ayah bunda jangan terburu emosi jika bayi anda tiba-tiba rewel dan banyak mengeluh. Ditambah lagi produksi air liurnya menjadi lebih banyak. Jika hal tersebut terjadi pada bayi anda, cobalah ayah bunda periksa giginya, besar kemungkinan bayi anda sedang mengalami tumbuh gigi untuk pertama kalinya.

Gigi Pertama
 
Dimulai diusia empat hingga enam bulan, bayi anda akan mengalami saat tumbuh gigi untuk pertama kalinya. Gigi pertama yang tumbuh biasanya adalah dua gigi depan bagian bawah. Selanjutnya baru empat gigi depan bagian atas. sementara sisa gigi lainnya termasuk gigi taring dan gigi geraham akan menyusul tumbuh hingga usia mereka dua atau satu setengah tahun sampai kumplit 20 gigi.

Tanda-tanda Tumbuh Gigi Pertama
 
Saat gigi pertama tumbuh, bayi anda akan mengalami berbagai efek dan perasaan tidak nyaman, seperti:
  • Lebih sensitif dan rewel.
  • Sulit tidur.
  • Produksi air liur berlebih, suka ngiler.
  • Suka menggigit dan mengunyah apapun.
Tanda-tanda bayi anda sedang tumbuh gigi juga ditandai dengan membengkaknya gusi dimana gigi mereka akan tumbuh. Gejala ini biasanya mulai terjadi sejak tiga hingga empat hari sebelum gigi tumbuh sampai dua hingga tiga hari setelah gigi tumbuh.

Penanganan
 
Jika bayi anda terlihat tidak nyaman saat mengalami tumbuh gigi pertama, berikut beberapa tips yang bisa ayah bunda lakukan guna membantu mereka merasa lebih baik:
  1. Cobalah ayah bunda melakukan beberapa pengalihan sederhana seperti mengendong dan memeluk mereka, mengindung-indung mereka dalam gendongan, atau sekedar mengajak mereka berjalan-jalan disekitar rumah.
  2. Pijatlah gusi mereka dengan menggunakan jari yang bersih dengan interval setiap dua menit atau sesering yang dibutuhkan.
  3. Bungkuslah es batu dengan selembar kain  bersih, lalu gosoklah perlahan di daerah gusi dimana gigi pertama akan tumbuh. Hati-hati, jangan sampai es batu keluar dari bungkusan, karena bisa menyebabkan bayi anda tersedak.
  4. Ijinkan bayi anda memijat gusinya dengan teething ring, teething ring yang dalam keadaan dingin(bukan beku) sangat membantu membuatnya nyaman. Namun, hindari penggunaan teether saat gigi pertama mereka sudah tumbuh, karena bisa menyebabkan gigi barunya menancap di teether.
  5. Beri bayi anda makanan dingin seperti Applesauce atau puree buah dengan catatan sikecil memang sudah siap memakan makanan solid. Jangan beri mereka makanan keras selain bubur atau puree karena dapat menyebakan mereka tersedak.
  6. Jika bayi anda mengeluarkan air liur berlebih, hindari mereka mengalami dehidrasi dengan mengganti cairan yang hilang dengan jus atau air. Jika anda ingin tetap menjaga wajah dan pakaiannya dari iritasi akibat air liur, gunakan slobber untuk melindungi pakaiannya dari kebasahan air liur.
  7. Jika metode-metode diatas tidak berhasil, konsultasilah dengan dokter anak anda untuk memakai alternatif penggunaan obat seperti Zilactin Baby medicated gel, Hyland’s Teething Gel atau Tablets, Baby Orajel Teething Pain Medicine, atau Baby Anbesol.
  8. Jika cara sebut masih belum juga berhasil, ayah bunda bisa berkonsultasi kembali dengan dokter anak, untuk menggunaan sistem analgesic, seperti penggunaan acetaminofen atau ibuprofen anak. Jangan menggunakan aspirin, karena bisa menyebabkan ternyadinya sindrom Reye, penyakit yang berpotensial mengancam hidup bayi anda.
Fase tumbuh gigi nampaknya marupakan salah satu fase sulit yang harus dialami ayah bunda dan bayi. Namun jika ayah bunda menghadapinya dengan positif, tidak terasa fase ini akan anda lewati dengan ringan sebelum anda menyadarinya. Dan kini tinggal ayah bunda yang akan puas memandangi keindahan senyum manis gigi pertama si Kecil.
Continue reading